Jumat, 23 Desember 2011

MAKALAH STRATEGI PROMOSI KESEHATAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar  rakyat, dimana tercantum dalam pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat besar peranannya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka mengimbangi makin ketatnya persaingan bebas di eraglobalisasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut memerlukan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan produktif dengan melibatkan semua sektorterkait termasuk swasta dan masyarakat. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh karena itu perlu diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan
pemeliharaan, promosi kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh,terpadu, dan berkesinambungan. Dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka diperlukan strategi promosi kesehatan baik kepada pemerintah,tokoh masyarakat, dan khususnya kepada masyarakat.
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Promosi Kesehatan kami membuat makalah ini dengan judul strategi promosi kesehatan untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan yang ditunjukan  kepada pemerintah,tokoh masyarakat, dan masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah makalah ini adalah apa pengertian strategi promosi kesehatan, bagaimana strategi promosi kesehatan menurut WHO dan menurut Piagam Ottawa. Dan bagaimana strategi promosi kesehatan penggabungan antara menurut WHO dan piagam Otawa.

1.3Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
  1. Untuk mengetahui pengertian strategi promosi kesehatan.
  2. Untuk mengetahuai bagaimana strategi promosi kesehatan menurut WHO.
  3. Untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan menurut Piagam Otawa
  4. Untuk mengetahui pemilihan promosi kesehatan
  5. Untuk mengetahui aturan dalam memilih srategi promosi kesehatan

1.4 Manfaat
Manfaat pembutan makalah ini antara lain :
  1.  Dapat mengetahui pengertian srategi promosi kesehatan
  2.  Pembaca mengetahuibagaimana strategi promosi kesehatan menurut WHO.
  3.  Pembaca mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan menurut Piagam Ottawa.
  4. Dapat mengetahui pemilihan promosi kesehatan.
  5.  Pembaca dapat mengetahui aturan dalam memilih srategi promosi kesehatan.











BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Strategi Promosi Kesehatan
Untuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien, diperlukan cara dan pendekatan yang strategis. Cara ini sering disebut ³strategi´, yakni teknik atau cara bagaimana mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara berhasil guna dan berdaya guna.

2.2 Strategi Promosi Kesehatan menurut WHO
Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promosi kesehatan secara global ini
terdirida ri 3 hal, yaitu :

1. Advokasi (Advocacy)
Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar orang lain
Tersebut membantu atau  mendukung terhadap apa yang di inginkan. Dalam konteks
promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau
penentu kebijakan di berbagai sektor, dan di berbagai tingkat, sehingga para penjabat
tersebut mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Dukungan dari para  
pejabat pembuat keputusantersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan,
surat instruksi, dan sebagainya. Kegiatan advokasi ini ada bermacam-macam bentuk,
baik secara formal maupuninformal. Secara formal misalnya, penyajian atau
presentasi dan seminartentangissu atau usulan program yangingin dimintakan
dukungan dari para pejabat yangterkait. Kegiatan advokasi secarainformal misalnya
sowan kepada para pejabat yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk
secarainformal meminta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, atau mungkin
dalam bentuk dana atau fasilitaslain. Dari uraian dapat di
simpulkan bahwa sasaran advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupunlegislatif, di berbagai tingkat dan sektor, yangterkait dengan masalah kesehatan (sasarantertier).

2. Dukungan Sosial (Social support)
Strategi dukunngan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan
sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksana program kesehatan dengan masyarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui toma pada dasarnya adalah mensosialisasikan program-program kesehatan,
agar masyarakat mau menerima dan mau berpartisipasi terhadap program-program tersebut.Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya bina suasana,
atau membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan.Bentuk kegiatan dukungan
sosial ini antara lain: pelatihan pelatihan paratoma, seminar,lokakarya, bimbingan kepadatoma, dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana adalah paratokoh masyarakat di berbagai tingkat. (sasaran sekunder)
3. PemberdayaanMasyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan pada
Masyarakat langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan).Bentuk kegiatan pemberdayaanini dapat diwujudkan denagn
berbagai kegiatan, antaralain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan
pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya: koperasi, pelatihan-pelatihan
untuk kemampuan peningkatan pendapatan keluarga (income generating skill).
Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga akan berdampak terhadap
kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan mereka, misalnya: terbentuknya dana
sehat,terbentuknya pos obat desa, berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan-
kegiatan semacamini di masyrakat sering disebut ³ gerakan masyarakat´ untuk
kesehatan. Dari uaraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sasaran pemberdayaan
masyarakat adalah masyarakat.

2.3 Strategi Promosi Kesehatan menurut Piagam Ottawa
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa ± Canada padatahun 1986 menghasilkan piagam Otawa (Ottawa Charter). Di dalam piagam Ottawatersebut
dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan, yang mencakup 5 butir, yaitu:
a. KebijakanBerwawasan Kebijakan (Health Public Policy)
Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang di tujukan kepada para penentu
atau pembuat kebijakan, agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang
mendukung atau menguntungkan kesehatan. Dengan perkataanlain, agar kebijakan-
kebijakan dalam bentuk peraturan, perundangan, surat-surat keputusan dan sebagainya, selalu berwawasan atau berorientasi kepada kesahatan publik.Misalnya, ada peraturan atau undang-undang yang mengatur adanya analisis dampak lingkungan untuk mendirikan pabrik, perusahaan, rumah sakit, dan sebagainya. Dengan katalain, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pejabat publik, harus memperhatikan
dampaknyaterhadaplingkungan (kesehatan masyarakat).
b. Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment)
Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum,termasuk
pemerintah kota, agar mereka menyediakan sarana-prasarana atau fasilitas yang
mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat, atau sekurang-kurangnya
pengunjung tempat-tempat umum tersebut. Lingkungan yang mendukung kesehatan
bbagi tempat-tempat umum lainnya: tersedianya tempat samapah,tersedianya
tempat buang air besar/kecil, tersedianya air bersih, tersedianya ruangan bagi perokok
dan non-perokok, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, para pengelola tempat-
tempat umum, pasar, terminal, stasiun kereta api, bandara, pelabuhan, mallda n
sebagainya, harus menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung perilaku sehat
bagi pengunjungnya.
c.Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service)
Sudah menjadi pemahaman masyarakat pada umumnya bahwa dalam
pelayanan kesehatanitu ada 3 provider´ dan 3 consumer´. Penyelenggara (penyedia)
pelayanan kesehatan adalah pemerintah dan swasta, dan masyarakat adalah sebagai
pemakai atau pengguna pelayanan kesehatan. Pemahaman semacamini harus diubah,
 harus diorientasikan lagi, bahwa masyarakat bukan sekedar pengguna atau penerima
pelayanan kesehatan,tetapi sekaligus juga sebagai penyelenggara, dalam batas-batas
tertentu. Realisasida rireontitas pelayanan kesehatan ini, adalah para penyelenggara pelayanan kesehatan baik pemerintrah maupun swasta harus melibatkan, bahkan
memberdayakan masyarakat agar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan,tetapi juga sekaligus sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan. Dalam meorientasikan pelayanan kesehatan ini peran promosi kesehatan sangat penting.
d. Keterampilan Individu (Personnel Skill)
Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat yangterdiri dari individu,
keluarga, dan kelompok-kelompok. Oleh sebab itu, kesehatan masyarakat akan
terwujud apabila kesehatan indivu-individu, keluarga-keluarga dan kelompok-
kelompoktersebut terwujud. Oleh sebabitu, strategi untuk mewujudkan keterampilan
individu-individu (personnels kill) dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan
adalah sangat penting. Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan merekaini adalah memberikan pemahaman
- pemahaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihara kesehatan, mencegah penyakit, mengenal penyakit, mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan profesional, meningkatkan kesehatan, dan sebagainya.Metode dan teknik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individu daripada massa.

e. Gerakan masyarakat (Community Action)
Untuk mendukung perwujudan masyarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini, maka di dalam masyarakat itu sendiri harus ad gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan. Oleh karena itu, promosi kesehatan harus mendorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehatan mereka. Tanpa adanya kegiatan masyarakat di bidang kesehatan, niscayaterwujud perilaku yang kondusif untuk kesehatan atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta
meningkatkan kesehatan mereka.


2.4  PEMILIHAN STRATEGI PROMKES
Review Beberapa Strategi ProPEMILIHAN STRATEGI PROMKES
Review mkes
  1. Ceramah
         Mudah digunakan tapi sulit dikuasai
         Membagi informasi, mempengaruhi pendapat, merangsang pemikiran berdasarkan pesan verbal
         Sasaran biasanya pasif, sedikit interaksi dengan narasumber atau peserta lainnya

  1. Media Massa
         Saluran komunikasi yang menjangkau sasaran luas
         Umumnya, sasaran tidak atau sedikit usaha untuk menerima pesan
         Strategi ini tidak efektif karena pesan tidak dapat dikhususkan untuk sasaran tertentu
         Strategi ini efisien karena biaya yang murah dalam skala ekonomi
         Contoh : televisi, radio, koran, majalah, outdoor media
  1. Instruksi individual
         Dalam tatanan pasien, disebut konseling
         Bersifat individual, digunakan bila perbedaan karakteristik sasaran sangat besar
         Penyuluh memberikan advokasi solusi permasalahan kesehatan berdasarkan kebutuhan individual
         Tidak efisien bagi penyuluh, tapi efisien bagi sasaran
  1. Simulasi
         Simulasi adalah metode ekperiental di mana model situasi nyata digunakan untuk merangsang atau membantu proses pembelajaran
         Semakin mirip dengan situasi nyata semakin baik simulasi tersebut
         Bentuk simulasi : permainan, drama, bermain peran (role playing),  model komputerisasi
         Simulasi cocok untuk meningkatkan motivasi dan mengubah sikap
  1. Modifikasi Perilaku
         Memodifikasi perilaku spesifik berdasarkan prinsip pengkondisian melalui rangsangan dan konsekuensi
         Teori : rangsangan (antecedent) à perilaku spesifik à konsekuensi (positif/negatif)
         Contoh rangsangan : iklan televisi
         Contoh konsekuensi positif : hadiah, pujian
         Contoh konsekuensi negatif : sanksi
  1. Pengembangan Masyarakat
         Proses yang berorientasi kepada metode pengorganisasian masyarakat yang menekankan pada pengembangan kemampuan, keterampilan dan pemahaman pada masyarakat tertentu
         Strategi ini berdasarkan kemandirian, kesepakatan bersama dalam pemecahan masalah.
         Penyuluh bertindak sebagai fasilitator
         Evaluasi strategi ini lebih sulit dibandingkan strategi lain karena efeknya terjadi dalam waktu yang lama
2.5      Aturan Dalam Memilih Strategi Promosi Kesehatan
1.      Pilih minimal tiga strategi
2.      Umumnya, penggunaan media sering digunakan dalam promosi kesehatan
3.      Semakin lama program, semakin banyak strategi
4.      Dimulai dengan strategi yang paling murah & sederhana
5.      Semakin kompleks permasalahan perilaku yang akan diintervensi, semakin banyak strategi yang digunakan
6.      Strategi yang mempengaruhi faktor predisposisi umumnya mempunyai efek yang singkat





























BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Untuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien, maka diperlukan cara dan pendekatan yang strategis yaitu strategi promosi kesehatan.
Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu Advokasi (Advocacy), Dukungan Sosial (Social support), dan Pemberdayaan Masyarakat( E mpowerment).
Di dalam piagam Ottawa dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan, yang mencakup 5 butir, yaitu KebijakanBerwawasan Kebijakan (Health Public Policy), Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment),Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service), Keterampilan Individu (Personnel Skill), dan Gerakan masyarakat (Community Action).
Dalam pemilihan srategi promosi kesehatan ada sendiri agar masyarakat lebih mudah untuk mengingat dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pemilihan srategi promosi kesehatan yaitu diantaranya Ceramah ,Media Massa, Instruksi individual,Simulasi,Modifikasi Perilakudan PengembanganMasyarakat.
Dan dalam pemilihan srategi promosi kesehatanpun ada aturan-aturan tersendiri, intinya adalah agar srategi promosi kesehatan program-programnya semakin berkembang dan tidak salah sasaran.

3.2 Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca khususnya kita sebagai analis kesehatan dapat memahami tentang strategi promosi kesehatan dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat , dan dengan promosi kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan atau pendidikan kesehatan kita sebagai analis kesehatan dapat mencegah berbagai penyakit.




DAFTAR PUSTAKA

http//kader-desa-siaga-dilatih-metode-promosi.htmlkader-desa-siaga-dilatih-metode-http//promosi.html
http//konsep-misi-dan-strategi-promosi-kesehatan.htm
http//Strategi-Promosi-Kesehatan-Jadi.htm


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar